Membuat Rencana Anggaran Travelling

Tahun baru 2019 ini saya mengambil cuti tahunan, dan mumpung cuti ya jalan-jalan dong. Saya dan keluarga memutuskan untuk liburan ke Quebec City, ibu kota Provinsi Quebec, Kanada, yang jaraknya sekitar 450 km dari Ottawa, ditempuh dalam waktu 4.5 jam via tol (kira-kira naik mobil dari Bandung ke Semarang pake trans Jawa lah yaa)

Nah, saya jadi pengen berbagi cara membuat rencana anggaran travelling (sambil bikin alasan untuk pamer foto-foto liburan lol). Bagi saya, membuat rencana anggaran untuk travelling itu fardhu ain: wajib hukumnya. Karena rencana anggaran menentukan travelling macam apa yang bisa saya lakukan: tempat bisa dikunjungi, makanan yang dicoba, aktivitas yang bisa dilakukan. The whole travelling experience essentially starts with proper budgeting. Uang adalah segalanya gaessss.

Jadi saya akan bagi beberapa langkah dalam merencenakan keuangan travelling.

  • 1. Tetapkan budget travelling, untuk 1 tahun
  • Bagi saya biaya travelling itu masuk dalam kategori pengeluaran non rutin (baca tentang kategori pengeluaran: Formula Dasar Mengelola Keuangan Rumah Tangga). Saat paling pas menentukan rencana anggaran travelling tak lain dan tak bukan adalah ya awal tahun seperti ini. Berapa kali rencana melakukan travelling dalam setahun? Berapa uang dialokasikan untuk travelling dalam setahun? Ke mana saja tujuan travelling?

    Saya ilustrasikan di sini. Misalkan saya punya rencana anggaran pengeluaran non rutin selama setahun adalah Rp. 100 juta. Nah dari jumlah ini, berapa banyak yang akan dipakai untuk travelling? Mau seluruhnya juga bisa (so lupakan belanja baju, sepatu, hape baru, dan pengeluaran non rutin lainnya). Kalau pengalaman saya sih, travelling mengambil 25% dari total pengeluaran non-rutin saya. Jadi kalau saya punya anggaran non-rutin Rp. 100 juta, saya akan alokasikan Rp. 25 juta untuk dipakai travelling.

    Rp. 25 juta bisa dipakai untuk travelling berapa kali, dan ke mana saja? Domestik? Internasional? Nah bisa ini ditentukan tergantung besaran tiap komponen pengeluaran travelling yang akan saya jelaskan di poin nomor 2.

    2. Tetapkan komponen pengeluaran travelling

    Saat membuat rencana anggaran travelling, tetapkan pengeluaran per komponen untuk mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan.

    • Transport

    Semua biaya transport harus dihitung. In my case ke Quebec City, saya naik mobil, jadi biaya yang dikeluarkan adalah bensin, biaya cuci mobil, oli, dan perlengkapan untuk menangkal keganasan salju Kanada.

    Komponen transportasi ini harus dihitung semua, misal kalau naik pesawat, ingat bahwa tiket pesawat bukan satu-satunya biaya transportasi: ada ongkos taksi ke bandara, extra luggage, transport domestik (taksi, Uber, Grab, sewa mobil beserta bensin dan asuransi). Jadi jangan dipikir dapet tiket murah meriah, biaya transportasinya segitu doang. No way.

    • Penginapan
    Fairmont Le Château Frontenac
    Fairmont Le Château Frontenac, hotel yang merupakan situs bersejarah di Kanada, harga menginapnya juga fantastis (saya gak nginep di sini btw)

    Biaya penginapan ini cukup straightforward. Penginapan ya bisa hotel, air bnb, pun kalaupun nebeng siapkan biaya terima kasih seperti traktir makan, bantuin bebersih, atau bayar ekstra listrik / air.

    • Makan
    Poutine at Le Chic Shack, Quebec City
    Menu favorit ala Québécois adalah Poutine, yaitu kentang goreng disiram saus gravy dan cheese curd (Le Chic Shack, Quebec)

    Perjalanan saya ke Quebec City kali ini adalah 4 hari 3 malam, maka saya langsung tetapkan 4 hari x 3 kali makan x biaya sekali makan $(n) = 12 kali makan x $(n). Saya alokasikan jumlah makan maksimal (terlepas nyatanya hari pertama saya berangkat dari setelah makan siang sehingga sebetulnya di hari pertama saya makan di perjalanan hanya sekali yaitu makan malam). Ini saya lakukan untuk memberikan anggaran “ekstra” untuk jajan.

    • Miscellaneous
    Hôtel de Glace, Quebec
    Hotel pop-up saat musim dingin, untuk berkunjung dikenai biaya mulai dari C$20 (Hôtel de Glace, Quebec)

    Komponen biaya miscellaneous ini macem-macem. Ada belanja oleh-oleh, admission ticket ke museum, wahana, dll. Walaupun ini masuk dalam kategori lain-lain, ini penting banget jangan sampai tidak dianggarkan karena seringkali memakan biaya yang cukup tinggi.

    3. Tambahkan 10% ekstra

    Quartier Petit Champlain
    Quartier Petit Champlain, tempat belanja dengan vibe walking street ala Eropa

    Setelah menentukan anggaran tiap komponen travelling, jumlahkan dan tambahkan biaya 10% dari jumlah total anggaran tersebut. Ini penting banget untuk mengantisipasi kalau ada komponen yang “lupa” dimasukkan ke dalam anggaran. Walaupun udah bikin perencanaan sematangnya, kita juga harus merencanakan untuk lupa, coz we’re all just human, right?

    Setelah semua komponen untuk semua rencana travelling dalam setahun dijumlahkan dan ditambah ekstra 10%, berapa totalnya? Apakah melebihi anggaran yang sudah ditetapkan sesuai poin 1 di atas? Kalau sesuai, good job! Kalau jebol, artinya harus dikurangi sampai mencukupi. Kenapa? Karena…

    4. Jangan pernah ngutang untuk travelling!

    Travelling itu menyenangkan, refreshing katanya. Bisa membuat pikiran terbuka, dan in return meningkatkan produktivitas. Tapi apa gunanya travelling kalau kamu bokek, bahkan terlilit hutang. Ingat gaes, hutang itu membuat hati tidak tenang, tidur tidak nyenyak. Yang ada travelling malah menjadi beban hidup.

    Dan yang terpenting, ingat bahwa travelling adalah kebutuhan non rutin. Masih ada banyak hal yang penting untuk kamu penuhi dengan uang sebelum bisa travelling, seperti paying your monthly bills atau bahkan menjaga kesehatan dengan makan 3 kali sehari. Taking care of your body is way more important than merely pleasing instagram story.

    5. Habiskan budgetnya

    Kalau sudah punya rencana anggaran yang sesuai dengan alokasi pengeluaran sesuai poin 1, pastikan uang tersebut dihabiskan untuk travelling!

    Menghabiskan anggaran travelling itu penting banget supaya kamu bisa menikmati travelling itu sendiri. Jadi saat menjalaninya gak itung-itungan, karena semua proses hitung-menghitung sudah dilakukan sebelum berangkat. Nikmati semua uang yang sudah kamu anggarkan.

    Semoga tulisan OOT dari pengalaman liburan ini bisa kasih inspirasi dalam merencanakan travelling yang lebih memuaskan. Puas karena bisa pegang kendali antara kebutuhan mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan dengan kemampuan finansial aka duit.

    Semoga terhibur dengan foto-foto hasil jepretan saya selama jalan-jalan di Quebec City.

    Selamat merencanakan liburan!

    Warm Welcome from Cold Corner!

    Finally I’m launching my brand new blog!

    As the end of 2018 is approaching, I want to look back and reflect to everything that has been going on throughout the year. It’s been a great year for me. I get to understand myself better, I feel comfortable with my own skin better than ever, and this year I find a way to gain control over myself.

    But things wasn’t easy at all at first. Living away from my true home for almost two years, with so many things going on as I juggle between work-life balance, I began to feel the urge to rediscover myself. I have been so consume by routines, works, keeping my toddler alive and healthy, house responsibility, really took away me from myself. I was so consumed by everything outside of me.

    So two months ago, I took leave (without travelling as many usually guess) trying to seek inspirations. I finally realized that I have plenty of room to stretch my productivity as a person. So I want to be more productive, not just doing a salary- woman + family woman stuff. And the time is just right. My toddler is growing more independent, and I know how navigate with work and Canadian life, so I think I can strech my productivity.

    Creating this blog wasn’t an overnight decision. I have been wanting to set up my own personal website since ages, but never really have the drive to begin. Now that I am so inspired to learn myself better, thanks to the amazing 2018, I want to start writing about the little (or big) things that make me feel so fulfilled.

    In this personal blog, I will share everything I feel like worth-sharing, mostly about my experience as a daughter, wife, mom, career woman, expat (not really, actually), through my own lens. I will talk a lot about things I like and I feel like I am good at, from personal finance, lifehacks, reviews, and ultimately – my obsessions to recurring patterns and cycles of everyday life.

    I’m also starting a journey to #hidupminimalis in an effort to reduce garbage, avoid unnecessary purchase of goods, and maximize the utility of my belongings. It’s a way of controlling spending, avoid cluttering, and I believe it’s also good for the environtment. You will see why it’s so important.

    You will find some inconsistencies in my thoughts and actions, because I believe incosistency is part of a learning curve, and I want to keep learning.

    I hope my personal blog will record my personal journey on self-discovery as well as perfecting the way I handle my daily life.

    I will mostly write in Bahasa Indonesia.

    Blooper:

    I just bought myself a nice expensive mirrorless camera lens, so I’d better use it for something productive such as doing a blog project to feature my takes!