Canada 101: Kenalan Dulu Yuk!

Sekali-kali boleh ya cerita tentang negara tempat saya bermukim saat ini: Kanada!

Saya belum pernah terang-terangan berbagi cerita tentang hidup di Kanada. Setelah sekitar 2 tahun tinggal di sini, it’s safe to say I can share my views about living in this country.

Sedikit latar belakang, Kanada tuh geudueee banget, jarak ujung barat di timur sama dengan Sabang sampai Merauke. Jadi mungkin pengalaman tiap orang akan berbeda tergantung tinggal di daerah / Provinsi mana. Sama lah kayak di Indonesia.

Saya tinggal di Ottawa, ibukota Kanada. Kotanya kecil, adem ayem, tapi boleh dibilang bisa merepresentasikan Canadian experience ……. not really! Tapi setidaknya sebagai ibukota, Ottawa merepresentasikan bilingualism Kanada: English-speaking dan French-speaking.

Sejujurnya, seumur hidup gak pernah kepikiran bisa tinggal di Kanada. Ketika mengetahui kami sekeluarga akan pindah ke Kanada, saya hampir gak punya pengetahuan apapun tentang Kanada. Obsesi saya dari kecil adalah lihat Eropa (udah kesampean juga sih).

Saya yakin banyak orang Indonesia yang sama nge-blank-nya kaya saya tentang Kanada (selain sebagai tempat lahir Justin Bieber mungkin). It’s a North American country, but we mostly know North America to be the US, don’t we?

Jadi di tulisan ini saya mau memberikan sedikit gambaran tentang Kanada, berdasarkan pengalaman saya tinggal di Ottawa. Yang pasti saya gak cerita tentang hal-hal yang berat dan substansi (macam GDP kek, demografi, Kanada anggota G7 kek, atau Kanada lagi punya Perdana Menteri seganteng Disney Prince). Saya lagi malas nulis yang berat-berat, jadi saya akan mulai dengan berbagi hal-hal yang jadi stereotype dalam konteks keseharian ala Kanada.

(Kalau suka nonton sitcom Brooklyn Nine-Nine, they actually make some jokes around Ottawa and Canada and it couldn’t be funnier if you don’t know Canada.)

1. Orang Kanada suka banget ngeluh soal cuaca, and it’s real!

Kalau pernah punya kenalan orang Kanada, dijamin pasti pernah diajak ngobrol tentang cuaca! Ngomongin cuaca adalah jurus ampuh orang Kanada buat ngobrol basa-basi dan beramah tamah. Buat orang Kanada atau siapapun yang pernah merasakan tinggal di Kanada, ada segudang hal yang bisa dibahas dari topik cuaca.

Kenapa harus bahas cuaca? Karena di Kanada, ada segudang alasan untuk mengeluhkan cuaca. Dengan letak Kanada yang ada di utara deket-deket sama kutub, cuaca memang aneh alias ekstrim.

Di Ottawa, rata-rata suhu minus dan/atau turun salju dalam setahun adalah 5 bulan, dan tentu 5 bulan tersebut penuh dengan drama: badai salju, frostbite dengan suhu -20 sampai -40, black ice, salju menggunung, dan lain-lain yang tentunya bisa jadi topik ngobrol berkepanjangan.

Major’s Hill Park Ottawa
Ketika semua nampak kering dan membeku *duilehh – Major’s Hill Park, Ottawa

Tapi begitu lewat musim dingin, yaitu 7 bulan lainnya dalam setahun, juga begitu banyak hal yang yang dapat dibahas tentang indahnya pemandangan dan cuaca. Saat musim semi dan panas, banyak bunga-bunga, sejuk, mataharinya cerah, bahkan kadang kepanasan sampai 40 derajat. Di musim semi, cuaca juga sejuk dan pemandangannya super indah dengan gradasi warna daun-daun mulai dari merah, kuning, hijau, dan coklat, yang pastinya jadi topik ngobrol.

Jadi ya wajar kalau kami suka sekali membahas cuaca, karena walaupun 4 musim, variasinya rame banget.

2. “Apa Kabar?”

Masih inget pelajaran Bahasa Inggris dasar kalau pertama kali kenalan sama orang buka percakapan dengan “Hi, my name is Nadia. How do you do?”

Well, ekspresi seperti itu ternyata gak berlaku di percakapan dunia nyata para English speaker, apalagi di Kanada!

Orang Kanada demen banget nanyain kabar, ke siapapun, bahkan ke orang yang baru dikenal atau sekedar basa-basi misalnya sama kasir saat lagi bayar belanjaan. Jadi, adab membuka percakapan dengan SIAPAPUN, mau itu orang asing, kolega, penjaga toko, percakapan telepon, adalah begini:

A: “Hi. How are you?”

B: “I’m good /doing well. Thanks. How are you?”

A: “I’m good /doing well. Thanks. … (lanjut dengan topik percakapan)”

Dan pembuka inilah yang membawa kamu ngobrolin cuaca, basa-basi, sampai yang serius.

3. Jangan kaget kalau ada orang nimbrung ngajak ngobrol di tempat umum

Orang Kanada secara umum pengguna fasilitas umum yang baik. Mereka sopan di jalanan. Apalagi buat saya yang punya anak kecil. Kalau naik bis, sudah pasti lah mereka akan mengosongkan tempat duduk paling depan untuk orang-orang kategori khusus, termasuk ibu yang bawa anak kecil, karena memang ada aturan demikian. Tapi dalam keseharian pun tanpa ada aturan they know how to put others first. Tidak jarang saya dibantu oleh orang lewat ketika saya lagi riweuh bawa barang sambil megang anak.

Tapi yang lucu dan menarik adalah, mereka juga seringkali tidak sungkan untuk nimbrung dalam percakapan atau bahkan bertanya hal-hal random. Kalau saya dan suami lagi tampak bingung cari jalan, tidak jarang akan ada yang nyamperin dan kasih tahu harus kemana, padahal kita gak nanya. Tidak jarang juga saya diajak ngobrol di bis cuma gara-gara anak saya pakai mitten (sarung tangan) berbentuk penguin. Mereka tidak sungkan komentar “itu mitten-nya lucu banget, pantesan anak kamu suka” atau “itu mitten beli di mana, saya mau beli yang kayak gitu buat ponakan saya.”

Bahkan pernah satu ketika saat saya mau keluar dari tempat makan siang di restoran, satu waitress ngejar-ngejar saya, kirain ada barang ketinggalan, eh ternyata cuma mau tanya “suka banget sama coat kamu, boleh tau itu mereknya apa?”

Yaa gitu deh.

4. Punya warung kopi kebanggaan namanya Tim Hortons

Warung Kopi Tim Hortons (photo credit: Ottawa Citizen)

Kalau Amerika punya jaringan warung kopi Starbucks, Kanada punya Tim Hortons! Tim Hortons ini mulanya warung kopi buat para supir bis lintas provinsi yang lagi transit (ya macam warung kopi di pantura gitu gaes), terus sekarang jadi gede bangat ada hampir di setiap sudut kota. Harga per cangkir kopinya jauh lebih murah dibandingkan dengan Starbucks: untuk kopi hitam dihargai sekitar $1.5 dibandingkan dengan Starbucks yang hampir $4 per cangkir.

Tapiiii, saya sih beli kopi di Tim Hortons hanya kalau bener-bener kepepet: kalau gak ada opsi warung kopi lain di sekitar. Kenapa? Jujur kopinya rasa abal-abal. It’s practically a regular drip coffee. Terus udah gitu disiram pake gula sebanyak-banyaknya. Not my type of cup of coffee definitely. Walaupun saya gak suka Starbucks, saya masih lebih milih Starbucks yang jualan espresso-based coffee.

I think they just have a bad taste for coffee.

5. Punya makanan khas kebanggaan namanya Poutine

Classic Poutine (photo credit OttawaTourism)

Poutine (dibaca /po͞oˈtēn/) adalah semacam jajanan pinggir jalan kesukaan (mungkin) semua Canadians. Mungkin kalau di Indonesia seperti jajanan gorengan abang-abang kebanggaan kita semua gitu dehh. Poutine adalah kentang goreng tabur cheese curd dan saos gravy (saya gak tau saos gravy terbuat dari apa, sama kayak gak tau saos oranye abang-abang mie ayam terbuat dari apa). Rasanya seperti apa? Ya kayak kentang goreng tabur cheese curd dan saos gravy *minta digaplok

Enak? Lumayan. Jajanan rakyat lah. Beberapa tempat jualan poutine take it to next level dengan ngasih toppings tambahan macam daging, ayam, jamur, dan lain-lain.

Tapi poutine akan selalu terbuat dari kentang goreng tabur cheese curd dan saos gravy.

6. Obsesi hockey bisa bikin gontok-gontokan

Hockey: sport game kesukaan Kanada

Untuk yang satu ini, saya gak terlalu ngerti, dan jujur saya belum punya ketertarikan nonton hockey. Tapi saya rasa saya perlu tulis di sini karena hockey is very imporant for Canadians. The moment they get into hockey stuff, tiba-tiba semua keramahan mereka bisa hilang dan berganti dengan kompetisi sampai cela-celaan bahkan gontok-gontokan. Mungkin kayak fans fanatik Persib hehehe.

7. Taking punctuality to the next level

Satu hal yang paling saya suka dari warga Kanada adalah punctuality. On time banget bahkan dalam beberapa kesempatan, mereka bisa memulai sebuah kegiatan / pertemuan 5 menit SEBELUM jadwal yang ditentukan.

Mereka cukup berhati-hati dalam membuat janji. Dalam banyak kesempatan, ketika dimintai deadline, misalnya saya pesan suatu barang, mereka akan bilang barang akan siap dalam 5 hari, namun pada prakteknya barang sudah siap 3 hari kemudian.

Semoga tulisan ini bisa membuka perkenalan dengan negeri nun jauh di sini. It’s time to put Canada on your map. Kenapa? Kalau bicara yang lebih substantif, sebetulnya Kanada ini terdepan dalam banyak hal, khususnya dalam menciptakan inovasi teknologi bagi kemajuam dunia dan keterbukaan terhadap multikulturalisme. Semoga suatu hari nanti kalau saya gak malas saya akan tulis tentang hal tersebut *grin*